Pada hari minggu, tanggal 27 Februari 2011, sekitar pukul 8 pagi, masyarakat yang pro keistimewaan DIY melakukan kirab mubeng beteng dengan berjalan kaki. Mereka mengenakan seragam kaos yang intinya pro keistimewaan. Selain kaos, mereka juga mengenakan ikat kepala bertuliskan 'pro referendum'.
Kirab diawali dengan mobil yang biasa digunakan untuk menarik kereta kelinci. Kemudian diikuti dengan 10 penunggang kuda yang gagah perkasa. Di belakangnya, para peserta yang berjalan kaki. Diantaranya ada yang membawa umbul-umbul bertuliskan 'relawan referendum'. Rombongan paling belakang ada yang membawa spaduk besar dengan lambang Keraton Jogjakarta. Kirab ini mengambil rute mengelilingi beteng kraton, berjarak sekitar 5 kilometer. Untuk selanjutnya kemabli lagi ke Alun-alun Utara Yogyakarta.
Showing posts with label event. Show all posts
Showing posts with label event. Show all posts
Friday, April 8, 2011
Sunday, April 3, 2011
Aktivitas Di Titik Nol Kilometer


Berbagai macam cara yang ditempuh oleh sekelompok atau beberapa kelompok masyarakat ketika akan mengekspresikan jati dirinya ataupun berinteraksi dengan masyarakat di sekelilingnya. Seperti yang terjadi di titik nol kilometer kota Yogyakarta ini, tepatnya di sekitar perempatan Kantorpos Besar.
Pada hari sabtu malam, tanggal 2 April 2011 ada berbagai macam kegiatan. Pertama, di pelataran Monumen Serangan Umum 1 Maret ada Pentas Budaya dari Bangka-Belitung. Kedua, di depan monumen ini ada Komoenitas Onthelis Djadoel Jogjakarta yang sengaja berhenti di trotoar, jalan Jenderal Ahmad Yani untuk beristirahat dan berinteraksi dengan masyarakat di sekelilingnya. Banyak kaum remaja yang tertarik untuk ikut berfoto bersama dengan para anggota komunitas ini, dikarenakan semua anggota komunitas ini mengenakan pakaian jaman dulu (jadoel), seperti semasa negara kita masih dijajah oleh Belanda. Ketiga, di sisi barat jalan ini ada sekelompok pelajar dan mahasiswa dari Papua yang mempertunjukkan kemampuan tarian mereka, dengan diiringi nyanyian dan musik gitar.
Sungguh meriah suasana di titik nol kilometer di kota Yogyakarta ini. Untuk itu bagi teman-teman yang merasa suntuk di rumah atau juga para wisatawan yang kebetulan sedang berlibur ke kota Yogyakarta. silahkan datang di lokasi ini, terutama pada malam minggu. Anda pasti akan terhibur.
Tarian dari Papua
Ingin Berfoto Bersama
Subscribe to:
Posts (Atom)














